Posted by: restuwk on: 14 October 2009
Baru sedikit sih….Lumayanlah untuk mengisi waktu luang. Daripada bengong doank.
Novel
|
No |
Judul |
Kategori |
Pengarang |
Penerbit |
| 1 | Say No o Love | Metropop | Wiwin Wintarto | Gramedia Pustaka Utama |
| 2 | Phsyco Love | Metropop | Syafrina Siregar | Gramedia Pustaka Utama |
| 3 | Divortiare | Metropop | Ika Natassa | Gramedia Pustaka Utama |
| 4 | Very Yuppy Wedding | Metropop | Ika Natassa | Gramedia Pustaka Utama |
| 5 | Quarter Life Dilemma – Ine | Metropop | Primadonna Angela | Gramedia Pustaka Utama |
Komik
| No | Judul | Series | Pengarang | Penerbit |
| 1 | Merupuri | 1-4 | Matsuri Hino | Hakusensha Jp |
| 2 | LC: Lovey Dovey | 1-2 | Aya Oda | Elexmedia Komputindo |
| 3 | LC :Little Devil Cafe | 1-4 | Aya Oda | Elexmedia Komputindo |
| 4 | LC :Love Affair | 1-3 | Kahomiyaraka | Elexmedia Komputindo |
| 5 | Special A | 1-14 | Maki Minami | Elexmedia Komputindo |
| 6 | LC :Tokyo Juliet | 1-8 | Kitagawa Miyki | Elexmedia Komputindo |
| 7 | Pansy | 1-11 | Mariko Okumura | Elexmedia Komputindo |
| 8 | Loves | 1-12 |
Posted by: restuwk on: 25 April 2009
Sudah beberapa bulan yg lalu Fitri mengajak saya untuk jalan-jalan ke Kota Kembang sekedar untuk menghilangkan penat di otak. Mungkin karena sudah bosan dengan rutinitas menjadi seorang buruh pemerintahan dan juga kebetulan salah satu teman (Aji) magang kita yg sedang pendidikan di ITB. Rencana akan berangkat saat long weekend, untuk penginapan, numpang di kontrakan Aji, sedangakan untuk penunjuk arah tentunya juga dia. Hehehehe. Namun setelah mempertimbangkan beberapa hal, kita memutuskan untuk tidak merepotkan Aji.
Akhirnya sore itu juga kita sepakat untuk berangakt ke BD. Hanya dengan membawa ransel kecil yang isinya peralatan mandi dan kain pantai. Tidak lupa juga membawa beberapa kertas tentang informasi-informasi tempat penginapan, FO, tempat pariwisata, jalur angkot dan beberapa nomor-nomer penting lainya. Sesampai di loket Stasiun Tugu ternyata tiket sudah habis terjual. Namun tetap saja tidak mengurungkan niat kita. Ya.. sudahlah hanya mendapatkan tiket berdiri. Maklum hari itu merupakan long weekend. Saya membayangkan akan tidur di kolong-kolong atau mungkin disebelah toilet (hiyekkk…). Syukurlah ada sekelompok orang baik hati yg menawarkan kursi. Sempat terdengar salah satu dari mereka bertanya “kenapa yang cewek satu-nya tidak ditawari juga?” . Kemudian saya dan Fitri melihat kebelakang. Tampak sosok wanita ras Jayapura. Spontan kami tertawa dalam hati sambil berguman “ini SARA, dasarr lelaki..!”. Mereka mengajak ngobrol ngalor ngidul, tp saya tidak tertarik. Susah euyy ngomong sama orang dari Negara berkembang. Hahahaha.
Pukul 06.00 kita tiba di ST.Hall. Beristirahat sejenak, lalu mencari rumah makan untuk sarapan pagi. Tiba-tiba kita bertemu lagi dengan sekelompok orang yang menawarkan kursi dan mereka mengajak sarapan bersama. Kami sarapan disebuah café ST.Hall. Kalau tidak salah namanya Ola..la..la.. Lumayanlahh untuk mengganjal perut sampai nanti siang. Kemudian kita langsung menuju ke Pasar Baru. Katanya sih harga barang-barang disana murah-murah. MerurutQ harga sebanding dengan kualitasnya. Udah bosan mengelilingi pasar baru, lansung cabut menuju Gedung Sate. Gedung sate merupakan maskot kota Kembang. Putih dan megah. Kemudian kita mencari JL. R.E Martadinata. Karena di Jl. Riau itu terdapat beberapa FO. Sekitar tujuh FO. Hufffff….. sudah cukup hari ini membengkakan kaki. Kembali lagi membaca buku travel guide untuk mencari tempat penginapan. Ada sebuah wisma yg lumayan murah, tp lokasinya di Bandung Timur. Ya.. sudahlah.. kita kesana sambil keliling2 naek angkot. Alhasil malah kita kesasar, udah cuaca hujan deras. Mampus dah.. Berati harus kembali ke ST.Hall dan mencari hotel di sekitar-nya. Akhirnya dapettt juga. Spring bed ukuran sedang, kamar mandi dalam dengan shower & WC duduk. TP kamar mandinya kecil banget, hanya cukup untuk satu orang (emang mau mandi bareng Fitri. Wakakakaka).
Malam harinya kita berangkat ke Dago bawah. Sepanjang jalan Juanda, banyak ABG-ABG sedang asik nongkrong di pinggir maupun ditengah jalan. Owww… malam itu malam minggu. Hehehe.. Rata-rata mereka pada ngamen di tiap perempatan. Entah itu untuk senang-senang semata atau memang butuh duit. Ehmmm asyik juga liat para pengamen ABG fashionable.
Keesokan harinya kita jalan-jalan ke daerah Lembang. Pemandanganya indah sekali. Banyak kelinci-kelinci di sepanjang jalan. Ada yg dijual untuk dipelihara, namun juga ada untuk dimakan. Rencana ingin ke Boscha tp ini kan hari minggu so .. tutup. Ya udah Qt mampir ke air terjun Maribya.

Sepanjang perjalanan kesana, Qt disuguhi panorama yg baguss bgt *itu menurutQ lho*. Q piker Air terjunya tinggi ternyata itu hanya sebuah air terjun kecil atau bias dibilang patahan sungai. Lalu Qt mampir ke FO2 yang ada di Jl. Setiabudi dan akhirnya kembali lagi ke Pasar Baru tuk membeli oleh2. Dan seperti biasa Qt mandi di Pasar Baru. Syukurlah dinding pembatas antar kamar mandi nggak tinggi, jadi kita bisa lempar2-an Sabun, Shampo dan pasta gigi. Wekekekek…. Bubuyyy Bandung….
Posted by: restuwk on: 18 February 2009
Jam 4 pagi aku dibangunkan oleh 1 pesan & beberapa kali miscal. Ternyata itu wiwid & itu tandanya siap2 meluncur ketempat tujuan Qt. Padahal hari biasa aja gak pernah bangun jam segitu lho. Wekekekek. Kemudian satu persatu teman-temanQ juga kluar dari kamar & mandi pagi. Kali ini pada antri, maklum kamar mandi cuma ada 2 sedangkan yg antri 4 orang (Wiwid, Ully, Yenni & Q). Udah dinginn, mau mandi air hangat gas abiz. Ya udahlahhh mandi sambil menggigil. Yg penting biar bersih & harumm.
Qt berangkat dari cempaka jam 6-an naik trans ke Jombor. Q pikir sampai Jombor langsung berangkat. Tapi Qt harus nunggu beberapa menit. Karena Bus tujuan Borobudur belum datang. Perjalanan ke sana membutuhakan waktu 1 jam & selama itu smuanya hanya terdiam saja. Entah mungkin ada yang masih ngantuk ato kelaparan. Kalo aq seh laperr. Syukurlah Aq sudah mengantisipasinya. Dengan beberapa bekal jajanan pasar, sudah cukup mengganjal perutQ. 20 menit kemudian Qt sudah sampai. Eitsss… belom dink :-p Masih harus naik delman. Huff… asyik juga naik delman.
Setelah 5 menit diatas delman, Qt sampai didepan pintu gerbang. Banyak adik-adik SD-SMP-SMA & wisatawan yg sudah tidak sabar masuk ke area. Tetapi pintu dibuka pukul 09.00 . Pintu masuk disini dibagi menjadi 2, yg pertama pintu masuk untuk wisatawan domestik dan pintu masuk untuk wisatawan manca. Akhirnya… pintu di buka Qt langsung masuk aja. Salah satu temanQ ternyata kelaparan, so gimana2 Qt harus diem & nunggu dia menghabiskan bekalnya. Sambil merapikan rambut, Qt berbincang-bincang dengan salah satu pengunjung. Tp sayang perbincangan jadi sangatttt menyebalkan. Apalagi pas ibu itu menawarkan tuk jalan bareng. Masih mending kalo jalan bareng berlima tanpa embel-embel “ibu itu menunggu rekan-rekannya yg berstatus tentara & mau ngenalin ke teman2nya itu”. Emang Qt apaan. Minta no tlp segala… Ya ampunn… pengen rasanya ngeplak sirae. Qt jalan aja hampir di ikuti. Hampir saja momen foto-foto ilang. Pas sedang foto, tiba-tiba mukanya dah keliatan. Ergggggggggg…
Setelah menaiki beberapa anak tangga, terlihat candi-candi & arca yg megah. Qt melewati setiap tinggkatan. Timbul suatu pertanyaan, Berapa telur ayam yg mereka habiskan untuk merekatkan batu2 itu? Sudah berapa ayam yg jadi korban penganiayaan “pencurian calon ayam* ? Qt berempat hanya bisa melihat dinding-dinding yg penuh dgn sejarah Budha Gautama. Tp gimana-gimana tetepppp cuma diliat aja *gak bisa membacanya*. Sesekali ikut mendengar cerita dari beberapa guide. *Percuma juga mendengar cerita yg sepotong-sepotong*. Lalu Qt mulai naik ke tingkat berikutnya. Ada sesuatu yg menarik perhatian pas di tingkat kedua yaitu wisatawan yg qt rasa pernah tau. Setelah diliat lagi ternyata dia seseorang yg dijumpai di Jombor. Dan sepertinya dia satu Bis dengan kita. Sampai tidak ada satu orang yg lewat akhirnya Qt mulai berpose-pose. Jepret…jepret.. Ada salah satu wisatawan dari India, mereka minta foto bersama Qt. Wakakakakakakaa Jadi mendadak artis neh. Kok mau-maunya dia minta foto ma Qt. Sebelumnya sempat terpikir kalo mereka minta tolong untuk difoto , tp malah minta foto sama kita. Di tingkat yg ke-3 ehhh ketemu lagi. Wekekekekek… Bokyo ketemu sama yg laen gitu.
Kemudian naik satu tingkat lagi, disebelah kanan tannga yg menuju tingkat ini terdapat stupa yg di krumunin org. Stupa tersebut mempunyai mitos “ Barang siapa yg bisa menyentuh jarinya, maka semua cita-citanya terkabulkan”. Jarak antara lubang ke stupa ke jari menurutQ lumayan jauh. Maklumlah tangan orang Indonesia kecil-kecil. Hanya orang-orang yg memiliki tubuh besar saja yg bisa menyentuh jari tersebut. It’s ok.. itu kan hanya mitos. Semua keberhasilan ditentukan oleh masing-masing orang. Matahari sudah mulai diatas kepala. Aduhhhh… Puanasssnyaaa… Kulit dibakar diatas batu-batu. Aq ja yg gede gini gak kuat ngerasain terik matahari apalagi adek bayi itu. Sudah yg gendong gak pakai payung. Lalu Aq mengajak teman-teman tuk cepat-cepat pulang karena udah gakk tahannn… Setelah turun sampai ke tingkat 2, Qt rehat sebentar. Ya Ampunnnnnnnnn ketemu lagi sm wisatawan yg qt temui di Jombor. Kemudian dia menyapa kami. Dari percakapan tersebut dia memmerikan kartu nama, ternyata dia seorang peneliti bergelar Ph.D. Wisatawan dari Soul. Wewwww… lalu kartu namanya diminta lagii…. Capekkkk dehhhhhh. *terkesan pelitt*.
Karya nenek moyang Qt itu memang benar2, indahh sekali. Sebenarnya aq ingin melihat patung budha terbesar, tp lokasinya lumayan jauh. Akhirnya pulang saja lah.
Posted by: restuwk on: 8 January 2009
Beberapa hari yang lalu di kompieQ muncul warning “You may be a victim of software counterfeiting”. Huh… memang bener sihh OS WindowsQ gak asli. Ya udahlahh.. itu gak penting. Beberapa tutorial yang Q baca dari inet membuatQ bingung. Ada beberapa alternativ tuk mengatasinya. Dan akhirnya Q temukan yang mudah dan tepat sasaran. Berikut cara mengatasinya (Windows XP SP 3):
Silahkan mencoba.
Posted by: restuwk on: 2 December 2008
Posted by: restuwk on: 11 November 2008
Untung saja nggak pulang kantor lebih awal. Seumpama waktu itu nekat pulang.. aduhh pasti saya kembali lagi ke lantai 3. tp bukan lewat tangga melainkan terbang langsung keterpa angin. Hehehehe… Selang beberapa menit kemudian angin besar datang hingga membuat pepohonan menari2 (bukan dink tp dugem). Smua orang di gedung pusat mengintip lewat kaca jendela. Kemudian angin berhenti dan hujan pun datang. Entah kenapa pada saat itu sudah banyak teman2 yg kluar ruangan untuk melihat hujan yg dasyat. Selang beberapa menit hujan dan angin kencang datang kembali. Ya ampunnn… ternyata itu angin puting beliung. Langsung ja aq kembali ke mejaku, trus merekam kejadian itu. Woww.. diluar ruangan sudah berjejer2 (temen2 dari unit laen). Mereka juga merekam kejadian itu. Ternyata ngeri juga yah… ngeliat & ngalami bencana itu. Sampai2 qt bertiga kluar masuk ruangan hanya tuk menghindari tiupan angin. Pohon2 berdiameter gede tumbang. Cemara tujuh yang berada di depan gedung pusat UGM sayap selatan patah. Berarti namanya pun sudah ganti bukan ‘Cemara 7′ tp ‘Cemara 5 setengah’ :-p . Neh beberapa foto yg q ambil beberapa saat setelah kejadian.
Posted by: restuwk on: 7 December 2007
Borobudur Temple is one of the greatest Buddhist monuments in the world. This colossal relic of Borobudur Temple was built by Sailendra dynasty between 750 and 842 AD; 300 years before Cambodias Angkor Wat, 400 years before work had begun on the great European cathedrals. Little is known about its early history except that a huge workforce – sculptors, plasterers, master masons, painters – must have been labored in the tropical heat to shift and carve the 60,000.