Restu W Kusuma’s Weblog

Perjalanan lalat2 ke “Borobudur”

Posted by: Restu on: 18 February 2009

Jam 4 pagi aku dibangunkan oleh 1 pesan & beberapa kali miscal. Ternyata itu wiwid & itu tandanya  siap2 meluncur ketempat tujuan Qt. Padahal hari biasa aja gak pernah bangun jam segitu lho. Wekekekek. Kemudian satu persatu teman-temanQ juga kluar dari kamar & mandi pagi. Kali ini pada antri, maklum kamar mandi cuma ada 2 sedangkan yg antri 4 orang (Wiwid, Ully, Yenni & Q). Udah dinginn, mau mandi air hangat gas abiz. Ya udahlahhh mandi sambil menggigil. Yg penting biar bersih & harumm.

Qt berangkat dari cempaka jam 6-an naik trans ke Jombor. Q pikir sampai Jombor langsung berangkat. Tapi Qt harus nunggu beberapa menit. Karena Bus tujuan Borobudur belum datang. Perjalanan ke sana membutuhakan waktu 1 jam & selama itu smuanya hanya terdiam saja. Entah mungkin ada yang masih ngantuk ato kelaparan. Kalo aq seh laperr. Syukurlah Aq sudah mengantisipasinya. Dengan beberapa bekal jajanan pasar, sudah cukup mengganjal perutQ. 20 menit kemudian Qt sudah sampai. Eitsss… belom dink :-p  Masih harus naik delman. Huff… asyik juga naik delman.

Setelah 5 menit diatas delman, Qt sampai didepan pintu gerbang. Banyak adik-adik SD-SMP-SMA & wisatawan yg sudah tidak sabar masuk ke area. Tetapi pintu dibuka pukul 09.00 . Pintu masuk disini dibagi menjadi 2, yg pertama pintu masuk untuk wisatawan domestik dan pintu masuk untuk wisatawan manca. Akhirnya…  pintu di buka Qt langsung masuk aja.  Salah satu temanQ ternyata kelaparan, so gimana2 Qt harus diem & nunggu dia menghabiskan bekalnya. Sambil merapikan rambut, Qt berbincang-bincang dengan salah satu pengunjung. Tp sayang perbincangan jadi sangatttt menyebalkan. Apalagi pas ibu itu menawarkan tuk jalan bareng. Masih mending kalo jalan bareng berlima tanpa embel-embel “ibu itu menunggu rekan-rekannya yg berstatus tentara & mau ngenalin ke teman2nya itu”. Emang Qt apaan. Minta no tlp segala… Ya ampunn… pengen rasanya ngeplak sirae. Qt jalan aja hampir di ikuti. Hampir saja  momen foto-foto ilang. Pas sedang foto, tiba-tiba mukanya dah keliatan. Ergggggggggg…

Setelah menaiki beberapa anak tangga, terlihat candi-candi & arca yg megah. Qt melewati setiap tinggkatan. Timbul suatu pertanyaan, Berapa telur ayam yg mereka habiskan untuk merekatkan batu2 itu? Sudah berapa ayam yg jadi korban penganiayaan “pencurian calon ayam* ?  Qt berempat hanya bisa melihat dinding-dinding yg penuh dgn sejarah Budha Gautama. Tp gimana-gimana tetepppp cuma diliat aja *gak bisa membacanya*. Sesekali ikut mendengar cerita dari beberapa guide. *Percuma juga mendengar cerita yg sepotong-sepotong*. Lalu Qt mulai naik ke tingkat berikutnya. Ada sesuatu yg menarik perhatian pas di tingkat kedua yaitu wisatawan yg qt rasa pernah tau. Setelah diliat lagi ternyata dia seseorang yg dijumpai di Jombor. Dan sepertinya dia satu Bis dengan kita. Sampai tidak ada satu orang yg lewat akhirnya Qt mulai berpose-pose. Jepret…jepret.. Ada salah satu wisatawan dari India, mereka minta foto bersama Qt. Wakakakakakakaa Jadi mendadak artis neh. Kok mau-maunya dia minta foto ma Qt. Sebelumnya sempat terpikir kalo mereka minta tolong untuk difoto , tp malah minta foto sama kita.  Di tingkat yg ke-3 ehhh ketemu lagi. Wekekekekek… Bokyo ketemu sama yg laen gitu.

Kemudian naik satu tingkat lagi, disebelah kanan tannga yg menuju tingkat ini terdapat stupa yg di krumunin org. Stupa tersebut mempunyai mitos “ Barang siapa yg bisa menyentuh jarinya, maka semua cita-citanya terkabulkan”. Jarak antara lubang ke stupa ke jari menurutQ lumayan jauh. Maklumlah tangan orang Indonesia kecil-kecil. Hanya orang-orang yg memiliki tubuh besar saja yg bisa menyentuh jari tersebut. It’s ok.. itu kan hanya mitos. Semua keberhasilan ditentukan oleh masing-masing orang. Matahari sudah mulai diatas kepala. Aduhhhh… Puanasssnyaaa… Kulit dibakar diatas batu-batu. Aq ja yg gede gini gak kuat ngerasain terik matahari apalagi adek bayi itu. Sudah yg gendong gak pakai payung. Lalu Aq mengajak teman-teman tuk cepat-cepat pulang karena udah gakk tahannn… Setelah turun sampai ke tingkat 2, Qt rehat sebentar. Ya Ampunnnnnnnnn ketemu lagi sm wisatawan yg qt temui di Jombor. Kemudian dia menyapa kami. Dari percakapan tersebut dia memmerikan kartu nama, ternyata dia seorang peneliti bergelar Ph.D. Wisatawan dari Soul. Wewwww… lalu kartu namanya diminta lagii…. Capekkkk dehhhhhh. *terkesan pelitt*.

Karya nenek moyang Qt itu memang benar2, indahh sekali. Sebenarnya aq ingin melihat patung budha terbesar, tp lokasinya lumayan jauh. Akhirnya pulang saja lah.

3 Responses to "Perjalanan lalat2 ke “Borobudur”"

enak yo iso rekreasi..

wah rambutmu lak tambah kriwil tu kenek panas :D

Wekekekek. Iyo e gah..
Tapi kan curly-ne cekci.

Leave a Reply